Selasa, 27 November 2012
Sejarah dan Cikal Bakal Wong Osing/Blambangan
Senin, 25 Juni 2012
Desa-Desa di Bali Bisa Menjadi Pusat Kordinasi
![]() |
| Statistik Jumlah Kode Pos di Bali (Sumber: www.posindonesia.co.id) |
Keluarga Kurang Mampu di Desa Peninjoan, Bangli, Bali
Perjalanan menuju wilayah Bangli dari Tim Pencari Informasi Pusat Kordinasi Hindu bekerja sama dengan Cakrawayu Peduli Bali, Sabtu 23 Juni 2012 membukakan cakrawala baru tentang keadaan Bali di wilayah pedesaan. Kita tidak akan pernah menyangka bahwa banyak dari saudara-saudara kita yang ada di wilayah pedesaan dalam keadaan kurang mampu.
Bali, merupakan daerah pariwisata dengan devisa terbesar diraih Bali secara nasional. Membanggakan memang. Tapi kenikmatan "kue" pariwisata hanya dirasakan oleh beberapa kelompok masyarakat saja. Sementara beberapa orang di wilayah-wilayah yang jangkauannya jauh, mereka hanya bisa menelan ludah, manakala saudara mereka di wilayah "subur dollar" melahapnya tanpa pernah melihat mereka.
Kebetulan daerah pertama yang kita dapatkan informasinya adalah Desa Peninjoaan, kurang lebih 10 km dari arah Bangli kota menuju ke daerah timur laut. Kami bertemu dengan Bendesa Adat dan Kelian Dinas wilayah itu untuk mendapatkan gambaran riil secara statistik saudara kita yang kurang mampu. Kami tidak ingin hanya mendapatkan informasi dari wacana saja, karena kami ingin membuktikan apakah benar disana masih ada yang seperti itu.
Sungguh diluar dugaan, ternyata informasi yang kami dengar setelah di cek dengan fakta yang kami temukan di lapangan, memang benar adanya. Masih banyak ada saudara-saudara kita yang tidak mendapat perhatian. Berikut saya tampilkan beberapa foto yang memberikan gambaran tersebut.
Selasa, 16 September 2008
PKH Jembrana - Kurangnya Relawan Pengajar
Hal ini terbukti dengan membludaknya para pendaftar dari kalangan umat untuk bisa menyertakan anak-anak usia sekolah baik SD maupun SMP menjadi peserta didik sekaligus anggota "Center". Selain menambah pengetahuan dan wawasan tentang teknologi dan komunikasi mereka juga mendapatkan wawasan tentang spiritual Hindu lebih mendalam.
Sayangnya, minat umat untuk belajar dan mendapatkan pencerahan keumatan tidak dibarengi dengan cukupnya relawan pengajar yang mau menyumbangkan ilmu dan keterampilannya pada umat yang membutuhkan.
Namun optimisme itu tidak menyurutkan Yayasan Shanti Dharma Jagadhita untuk mengajak para mahasiswa dan generasi muda Hindu untuk menjadi pengajar di sela-sela waktu libur mereka. Yayasan ini sudah mendirikan beberapa center untuk menampung generasi muda umat Hindu dalam mendapatkan pengetahuan dan keahlian dasar yang banyak dibutuhkan saat ini untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai PKH (Center)
Silahkan hubungi: 08179753936 (Bagus)
08174738043 (Gopi)
Kamis, 17 April 2008
Info Dari Kretek, Bantul, Yogyakarta
Pura adalah salah satu tempat umat Hindu melaksanakan persembahyangan menyembah kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Disisi lain Pura mempunyai fungsi multidimensi selain untuk menyembah Ida Sang Hyang Widi Wasa, juga merupakan tempat pembentukan dan penggemlengan spiritual, tempat pendidikan agama, tempat pelatihan budaya agama yang adiluhung dan sebagai tempat sosial keagamaan.
Umat Hindu di kecamatan Kretek yang minoritas dengan jumlah umat sekitar 30 orang (10 KK) sangat mendambakan sebuah tempat suci atau Pura. Melihat hal tersebut, sebuah keluarga Hindu yaitu keluarga Bapak Suyono di Tegaltapen Tirtosari Kretek Bantul Yogyakarta mempuniakan atau menghibahkan sepetak sawah dengan Status Sertifikat Hak Milik, No. 01375, Daftar Isian 208 No.14577/ 2004, No. 13.01.09.02.1.01375 dan luas tanah 281 m2. Dengan persetujuan umat Hindu dan warga di Dusun Tegaltapen pada tanggal 18 November 2007 dilaksanakan upacara Ngruwak Karang dan peletakan batu pertama pembangunan Pura Dhaksina Murti, sampai saat ini pembangunan Pura yang akan dilaksanakan secara gotong-royong dengan bantuan warga sekitar serta umat Hindu yang ngayah /kerja bhakti seperti PMHD Banguntapan, PMHD Dero, PMHD Seyegan, Umat Hindu Gantiwarno Klaten, KMHSY, KMHD ISI dan umat Hindu lainnya sudah dapat menyelesaikan pondasi dan pengurukan lahan.
Pembangunan Pura Dhaksina Murti ini sangat membutuhkan dana yang cukup banyak, dengan ini umat Hindu di Kecamatan Kretek sangat mengharapkan doa restu dan perhatian umat Se-Dharma dan para Donatur agar pembangunan Pura ini dapat terlaksana dengan baik dan tidak ada halangan apapun. Panitia pembangunan Pura Dhaksina Murti menerima dana punia melalui rekening bank yaitu:
Rekening Nomor :0236-01-002524-53-4, Simpedes BRI-Cabang Bantul
Atas Nama : KS. GUNTARI/ KEL. DAKSINA PURI
apabila punia hendak disumbangkan berupa bahan material, dapat di sampaikan kepada Panitia: a.n. DWI WINARTO, S.Ag ( HP. 081578624345), dan
Drs. Ida Bagus Agung, MT (HP. 08164749761)----> kebetulan pula beliau Ketua PHDI Jogja (-red)
om Santhi, Santhi, Santhi Om
MOHON DISEBARLUASKAN
pesan ini akan di muat di JAYAPANGUS edisi April
dikirim kembali oleh:
WahyuJAYAPANGUS (08175495575)
Senin, 21 Januari 2008
Selamat Hari Raya Galungan Untuk Umat Hindu Bali
Pada hari Rabu ini, tanggal 23 Januari 2008, umat Hindu
Bali akan merayakan Hari Kemenangan Dharma, yang disebut Galungan. Hari raya ini dirayakan setiap 210 hari para kalender umum atau satu periode Kalender Bali. Rangkaian hari dalam perayaan Galungan dimulai seminggu sebelumnya. Disana akan ada Sugihan Bali, Sugihan Jawa, Penyajaan, Pengejukan, Penampahan dan akhirnya hari Galungan itu sendiri. Proses tersebut penuh dengan makna pilosofis setiap umat Hindu di Bali wajib menunjukkan bhaktinya pada Sang Pencipta dan leluhur mereka. Masing-masing tahap dari rangkaian itu secara internal merupakan bentuk dari pembersihan diri (mikrokosmos). Mereka mulai dengan mengingat dan napak tilas perjalanan leluhur mereka dan menghadirkannya, mendoakan dan memberikan bhakti dalam hari kemenangan tersebut agar mereka mendapatkan pembebasan abadi jiwanya. Ini adalah semacam wujud introspeksi diri bagi umat bahwa mereka berada dalam lingkaran Hukum Karma. Kemudian, ada pula Hari Penampahan yang bermakna membunuh dan menyemblih diri sendiri guna membunuh segala bentuk ketidakbaikan dan musuh dalam diri. Kita juga melakukan korban suci untuk menyeimbangkan alam dari segala mala.
Kemudian, barulah kita rayakan Hari Galungan. Saat-saat dimana kita menaklukan Adharma dengan menegakkan Dharma. Ada legenda mengenang peristiwa kemenangan ini. Dimana Dewa Indra, dalam bentuk seorang Sangkul Putih mengalahkan raja raksasa, Maya Denawa. Lain kali, kita akan ceritakan cerita lengkap dalam forum saling isi ini. Kami berharap agar setiap Koordinator pada Pusat Koordinasi Hindu dunia ini bisa saling tukar informasi tentang perayaan hari raya Hindu dimanapun di planet ini.
Di Bali, Galungan dirayakan dengan suka cita dan penuh kemeriahan. Pada setiap rumah kita akan temukan Penjor, yang dibuat dari bambu tinggi yang melengkung dihiasi dengan berbagai ornamen sakral, melambangkan Gunung Agung, gunung tertinggi di Bali. Gunung ini dipercaya sebagai stana Siwa. Penjor dipercaya akan menghubungkan rasa bhakti umat pada Tuhan. Mereka biasanya menyertakan hasil-hasil panen atau hasil bumi pada Penjor itu, sebagai wujud terima kasih atas kemakmuran dan kedamaian yang diberikan Tuhan. Mereka umumnya bersembahyang di pura-pura keluarga. Mereka berkumpul bersama menunjukkan rasa cinta kasih keluarga satu dengan yang lainnya.
Sehari setelah Galungan, umat Hindu akan saling kunjung mengunjungi. Mereka menunjukkan hubungan dekat sebagai sesama ciptaan Tuhan. Bahagia dan gembira serta merupakan hari yang penuh dengan maaf.
Selamat hari raya Galungan bagi umat Hindu Bali yang merayakan dimana saja di seluruh dunia. Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa menganugerahi kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan bathin.
Sabtu, 12 Januari 2008
Informasi Terkini Dari Lampung
Air disini sangat payau, dan sangat berasa jadi tidak bisa digunakan untuk memasak, minuman berasal dari minuman isi ulang yang terkadang kualitasnya tidak jelas. Tidak pernah ada uji atau penelitian makanan kantin yang terkadang sudah sangat dingin, disamping lingkungan kerja untuk pengolahan udang suhunya terkadang mencapai -10 C.
Karyawan baru yang diterima bekerja disini harus bebas virus hepatitis melalui tes kesehatan karena akan berpengaruh pada produk yang diproses yang 100 % adalah untuk ekspor.
Akhir-akhir ini sebuah penyakit bagai mewabah disini, yang menyerang banyak karyawan. Penyakit ini menyerang pungsi hati yang biasa dinamakan liver atau sakit kuning atau hepatitis. Penyakit ini muncul dengan gejala badan panas dan lemas, kencing berwarna kecoklatan, mata, kuku dan kulit berwarna kuning.
Penyakit inilah yang menyerang sebagian kawan-kawan, anak-anak sekolah, termasuk umat sedharma. Banyaknya umat yang terserang penyakit ini membawa pengaruh pada aktivitas keagaamaan, baik rutinitas maupun acara tertentu. Salah satu kegiatan yang baru dirintis oleh umat Hindu yang ada disini adalah pembangunan dan pengadaan fasilitas pasraman. Kegiatan ini ada adalah perencannan sejak lama dari umat untuk menampung anak-anak sekolah dan muda mudi, yang tidak ada tempat belajar agama Hindu. Jumlah anak-anak sekolah yang beragama Hindu dari sekolah dasar sampai menengah lebih dari 100 orang yang tersebar di pemukiman sekitar. Untuk sekolah minggu anak-anak sekolah masih berjalan dengan tempat yang ada dan fasilitas terbatas.
Sampai saat ini belum ada tindakan khusus dari pemda maupun dari perusahaan untuk menanggulangi penyakit ini.
Kamis, 10 Januari 2008
Pusat Koordinasi Hindu di Australia
- Mengartikulasikan
berbagai isu baik di tingkat lokal, wilayah maupun negara di Australia.
- Melakukan
negosiasi dengan pemerintah pada semua tingkatan dan juga dengan
organisasi dan asosiasi lain dalam kaitannya dengan agama dan budaya
Hindu.
- Mengorganisir
kegiatan, festival, dsb untuk memperkenalkan agama dan budaya Hindu dalam
menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi peserta.
- Bertindak
sebagai organisasi non politis, non sektarian dan nirlaba guna
meningkatkan kebutuhan-kebutuahn legitimasi sosial, budaya, pendidikan dan
agama Hindu di Australia.
- Mencetak
dan menerbitkan buku-buku, leaflet, dsb untuk memperkenalkan Dewan Hindu.
- Mengadakan
seminar, konvensi, konferensi, dsb., guna memperkenalkan pemahaman agama
dan budaya Hindu secara benar.
- Membantu
umat Hindu dalam menghadapi perlakuan-perlakuan yang tidak wajar yang
berkaitan dengan penerbitan visa bagi para pendeta, pencerah dan
penceramah dalam konferensi-konferensi, dsb.
- Mewakili umat Hindu pada kapasitas kenegaraan
seperti pembukaan parlement dan perayaan Hari Australia.
- Membantu kerjasama media, dalam menulis dan
memvisualisasikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan
publikasi dan penyiaran yang bertentangan dengan umat Hindu.
- Untuk mewakili persatuan Hindu pada isu-isu sosial
terkini yang terkait dengan masyarakat multikultural Australia pada
berbagai konferensi dan membantu misi lembaga-lembaga pemerintah.
- Menyelenggarakan konferensi, symphosium, dsb pada
tingkat nasional dan luar negeri dan mewakili pertemuan-pertemuan sejenis
atas nama asosiasi lokal.
- Mempublikasikan keberadaan dewan dengan mengiklankan
di media, pemerintahan dewan lokal dan federal.
Pusat Koordinasi Hindu di Afrika
Kunjungan Dewan Hindu Afrika
Pada awal Juni 2003, Shri Muljibhai Pindolia, Presiden Dewan Hindu Afrika (HCA), mengunjungi lembaga-lembaga Hindu di bagian barat Afrika seperti Ghana, Togo, Benin dan Nigeria. Beliau menghimbau agar lembaga-lembaga Hindu membentuk badan nasional yang akan bergabung dengan HCA untuk koordinasi yang lebih luar di tingkat kontinen. Beliau memulai kunjungannya di Accra, Ghana, memberikan penghargaan pada Swami Ghananand Saraswati, pimpinan Kuil Hindu Ghana, atas prestasinya atas pengembangan Hindu. Dari 12.500 umat Hindu di Ghana, 10.000 diantaranya, termasuk Swami sendiri adalah orang Afrika asli. Pimpinan lembaga-lembaga Hindu di Ghana sangat bersemangat menyambut rencana Pindolia. Diusulkan agar badan nasinal Accra bisa menjadi pusat koordinasi untuk negara-negara seperti Togo, Benin, Burkina Faso, Nigeria, Mali, Sierra Leone, Pantai Gading, Senegal dan Chad. Muljibhai kemudian melanjutkan perjalanannya ke Togo dan Benin dan mengakhiri perjalanannya di Lagos, bekas ibukota Nigeria, negara yang paling popluer di Afrika dan ada sebanyak 25.000 umat Hindu. Mengumpulkan semua umat Hindu di 53 negara Afrika merupakan tugas yang sangat berat dan di tangan Pindolia, dengan melakukan pendekatan pribadi bagi kepentingan organisasinya merupakan hal yang perlu dihargai.
Senin, 07 Januari 2008
Laporan Umat di Pertambakan, Bratasena, Lampung
Air disini sangat payau, dan sangat berasa jadi tidak bisa digunakan untuk memasak, minuman berasal dari minuman isi ulang yang terkadang kualitasnya tidak jelas. Tidak pernah ada uji atau penelitian makanan kantin yang terkadang sudah sangat dingin, disamping lingkungan kerja untuk pengolahan udang suhunya terkadang mencapai -10 C Karyawan baru yang diterima bekerja disini harus bebas virus hepatitis melalui tes kesehatan karena akan berpengaruh pada produk yang diproses yang 100 % adalah untuk ekspor .
Akhir-akhir ini sebuah penyakit bagai mewabah disini, yang menyerang banyak karyawan. Penyakit ini menyerang pungsi hati yang biasa dinamakan liver atau sakit kuning atau hepatitis. Penyakit ini muncul dengan gejala badan panas dan lemas, kencing berwarna kecoklatan, mata, kuku dan kulit berwarna kuning Penyakit inilah yang menyerang sebagian kawan-kawan, anak-anak sekolah, termasuk umat sedharma.
Banyaknya umat yang terserang penyakit ini membawa pengaruh pada aktivitas keagaamaan, baik rutinitas maupun acara tertentu. Salah satu kegiatan yang baru dirintis oleh umat Hindu yang ada disini adalah pembangunan dan pengadaan pasilitas pasraman. Kegiatan ini ada adalah planning sejak lama dari umat untuk menampung anak-anak sekolah dan muda mudi, yang tidak ada tempat belajar agama Hindu, jumlah anak2 sekolah yang beragama Hindu dari sekolah dasar sampai Menengah lebih dari 100 orang yang tersebar di pemukiman sekitar. Untuk sekolah minggu anak-anak sekolah masih berjalan dengan tempat yang ada dan pasilitas terbatas. Sampai saat ini belum ada tindakan khusus dari pemda maupun dari perusahaan untuk menanggulangi penyakit ini. (wita)







