Selasa, 16 September 2008
PKH Jembrana - Kurangnya Relawan Pengajar
Hal ini terbukti dengan membludaknya para pendaftar dari kalangan umat untuk bisa menyertakan anak-anak usia sekolah baik SD maupun SMP menjadi peserta didik sekaligus anggota "Center". Selain menambah pengetahuan dan wawasan tentang teknologi dan komunikasi mereka juga mendapatkan wawasan tentang spiritual Hindu lebih mendalam.
Sayangnya, minat umat untuk belajar dan mendapatkan pencerahan keumatan tidak dibarengi dengan cukupnya relawan pengajar yang mau menyumbangkan ilmu dan keterampilannya pada umat yang membutuhkan.
Namun optimisme itu tidak menyurutkan Yayasan Shanti Dharma Jagadhita untuk mengajak para mahasiswa dan generasi muda Hindu untuk menjadi pengajar di sela-sela waktu libur mereka. Yayasan ini sudah mendirikan beberapa center untuk menampung generasi muda umat Hindu dalam mendapatkan pengetahuan dan keahlian dasar yang banyak dibutuhkan saat ini untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai PKH (Center)
Silahkan hubungi: 08179753936 (Bagus)
08174738043 (Gopi)
Kamis, 17 April 2008
Info Dari Kretek, Bantul, Yogyakarta
Pura adalah salah satu tempat umat Hindu melaksanakan persembahyangan menyembah kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Disisi lain Pura mempunyai fungsi multidimensi selain untuk menyembah Ida Sang Hyang Widi Wasa, juga merupakan tempat pembentukan dan penggemlengan spiritual, tempat pendidikan agama, tempat pelatihan budaya agama yang adiluhung dan sebagai tempat sosial keagamaan.
Umat Hindu di kecamatan Kretek yang minoritas dengan jumlah umat sekitar 30 orang (10 KK) sangat mendambakan sebuah tempat suci atau Pura. Melihat hal tersebut, sebuah keluarga Hindu yaitu keluarga Bapak Suyono di Tegaltapen Tirtosari Kretek Bantul Yogyakarta mempuniakan atau menghibahkan sepetak sawah dengan Status Sertifikat Hak Milik, No. 01375, Daftar Isian 208 No.14577/ 2004, No. 13.01.09.02.1.01375 dan luas tanah 281 m2. Dengan persetujuan umat Hindu dan warga di Dusun Tegaltapen pada tanggal 18 November 2007 dilaksanakan upacara Ngruwak Karang dan peletakan batu pertama pembangunan Pura Dhaksina Murti, sampai saat ini pembangunan Pura yang akan dilaksanakan secara gotong-royong dengan bantuan warga sekitar serta umat Hindu yang ngayah /kerja bhakti seperti PMHD Banguntapan, PMHD Dero, PMHD Seyegan, Umat Hindu Gantiwarno Klaten, KMHSY, KMHD ISI dan umat Hindu lainnya sudah dapat menyelesaikan pondasi dan pengurukan lahan.
Pembangunan Pura Dhaksina Murti ini sangat membutuhkan dana yang cukup banyak, dengan ini umat Hindu di Kecamatan Kretek sangat mengharapkan doa restu dan perhatian umat Se-Dharma dan para Donatur agar pembangunan Pura ini dapat terlaksana dengan baik dan tidak ada halangan apapun. Panitia pembangunan Pura Dhaksina Murti menerima dana punia melalui rekening bank yaitu:
Rekening Nomor :0236-01-002524-53-4, Simpedes BRI-Cabang Bantul
Atas Nama : KS. GUNTARI/ KEL. DAKSINA PURI
apabila punia hendak disumbangkan berupa bahan material, dapat di sampaikan kepada Panitia: a.n. DWI WINARTO, S.Ag ( HP. 081578624345), dan
Drs. Ida Bagus Agung, MT (HP. 08164749761)----> kebetulan pula beliau Ketua PHDI Jogja (-red)
om Santhi, Santhi, Santhi Om
MOHON DISEBARLUASKAN
pesan ini akan di muat di JAYAPANGUS edisi April
dikirim kembali oleh:
WahyuJAYAPANGUS (08175495575)
Senin, 21 Januari 2008
Selamat Hari Raya Galungan Untuk Umat Hindu Bali
Pada hari Rabu ini, tanggal 23 Januari 2008, umat Hindu
Bali akan merayakan Hari Kemenangan Dharma, yang disebut Galungan. Hari raya ini dirayakan setiap 210 hari para kalender umum atau satu periode Kalender Bali. Rangkaian hari dalam perayaan Galungan dimulai seminggu sebelumnya. Disana akan ada Sugihan Bali, Sugihan Jawa, Penyajaan, Pengejukan, Penampahan dan akhirnya hari Galungan itu sendiri. Proses tersebut penuh dengan makna pilosofis setiap umat Hindu di Bali wajib menunjukkan bhaktinya pada Sang Pencipta dan leluhur mereka. Masing-masing tahap dari rangkaian itu secara internal merupakan bentuk dari pembersihan diri (mikrokosmos). Mereka mulai dengan mengingat dan napak tilas perjalanan leluhur mereka dan menghadirkannya, mendoakan dan memberikan bhakti dalam hari kemenangan tersebut agar mereka mendapatkan pembebasan abadi jiwanya. Ini adalah semacam wujud introspeksi diri bagi umat bahwa mereka berada dalam lingkaran Hukum Karma. Kemudian, ada pula Hari Penampahan yang bermakna membunuh dan menyemblih diri sendiri guna membunuh segala bentuk ketidakbaikan dan musuh dalam diri. Kita juga melakukan korban suci untuk menyeimbangkan alam dari segala mala.
Kemudian, barulah kita rayakan Hari Galungan. Saat-saat dimana kita menaklukan Adharma dengan menegakkan Dharma. Ada legenda mengenang peristiwa kemenangan ini. Dimana Dewa Indra, dalam bentuk seorang Sangkul Putih mengalahkan raja raksasa, Maya Denawa. Lain kali, kita akan ceritakan cerita lengkap dalam forum saling isi ini. Kami berharap agar setiap Koordinator pada Pusat Koordinasi Hindu dunia ini bisa saling tukar informasi tentang perayaan hari raya Hindu dimanapun di planet ini.
Di Bali, Galungan dirayakan dengan suka cita dan penuh kemeriahan. Pada setiap rumah kita akan temukan Penjor, yang dibuat dari bambu tinggi yang melengkung dihiasi dengan berbagai ornamen sakral, melambangkan Gunung Agung, gunung tertinggi di Bali. Gunung ini dipercaya sebagai stana Siwa. Penjor dipercaya akan menghubungkan rasa bhakti umat pada Tuhan. Mereka biasanya menyertakan hasil-hasil panen atau hasil bumi pada Penjor itu, sebagai wujud terima kasih atas kemakmuran dan kedamaian yang diberikan Tuhan. Mereka umumnya bersembahyang di pura-pura keluarga. Mereka berkumpul bersama menunjukkan rasa cinta kasih keluarga satu dengan yang lainnya.
Sehari setelah Galungan, umat Hindu akan saling kunjung mengunjungi. Mereka menunjukkan hubungan dekat sebagai sesama ciptaan Tuhan. Bahagia dan gembira serta merupakan hari yang penuh dengan maaf.
Selamat hari raya Galungan bagi umat Hindu Bali yang merayakan dimana saja di seluruh dunia. Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa menganugerahi kedamaian, kebahagiaan dan kesejahteraan lahir dan bathin.
Sabtu, 12 Januari 2008
Informasi Terkini Dari Lampung
Air disini sangat payau, dan sangat berasa jadi tidak bisa digunakan untuk memasak, minuman berasal dari minuman isi ulang yang terkadang kualitasnya tidak jelas. Tidak pernah ada uji atau penelitian makanan kantin yang terkadang sudah sangat dingin, disamping lingkungan kerja untuk pengolahan udang suhunya terkadang mencapai -10 C.
Karyawan baru yang diterima bekerja disini harus bebas virus hepatitis melalui tes kesehatan karena akan berpengaruh pada produk yang diproses yang 100 % adalah untuk ekspor.
Akhir-akhir ini sebuah penyakit bagai mewabah disini, yang menyerang banyak karyawan. Penyakit ini menyerang pungsi hati yang biasa dinamakan liver atau sakit kuning atau hepatitis. Penyakit ini muncul dengan gejala badan panas dan lemas, kencing berwarna kecoklatan, mata, kuku dan kulit berwarna kuning.
Penyakit inilah yang menyerang sebagian kawan-kawan, anak-anak sekolah, termasuk umat sedharma. Banyaknya umat yang terserang penyakit ini membawa pengaruh pada aktivitas keagaamaan, baik rutinitas maupun acara tertentu. Salah satu kegiatan yang baru dirintis oleh umat Hindu yang ada disini adalah pembangunan dan pengadaan fasilitas pasraman. Kegiatan ini ada adalah perencannan sejak lama dari umat untuk menampung anak-anak sekolah dan muda mudi, yang tidak ada tempat belajar agama Hindu. Jumlah anak-anak sekolah yang beragama Hindu dari sekolah dasar sampai menengah lebih dari 100 orang yang tersebar di pemukiman sekitar. Untuk sekolah minggu anak-anak sekolah masih berjalan dengan tempat yang ada dan fasilitas terbatas.
Sampai saat ini belum ada tindakan khusus dari pemda maupun dari perusahaan untuk menanggulangi penyakit ini.
Kamis, 10 Januari 2008
Pusat Koordinasi Hindu di Australia
- Mengartikulasikan
berbagai isu baik di tingkat lokal, wilayah maupun negara di Australia.
- Melakukan
negosiasi dengan pemerintah pada semua tingkatan dan juga dengan
organisasi dan asosiasi lain dalam kaitannya dengan agama dan budaya
Hindu.
- Mengorganisir
kegiatan, festival, dsb untuk memperkenalkan agama dan budaya Hindu dalam
menjalin kerjasama dengan organisasi-organisasi peserta.
- Bertindak
sebagai organisasi non politis, non sektarian dan nirlaba guna
meningkatkan kebutuhan-kebutuahn legitimasi sosial, budaya, pendidikan dan
agama Hindu di Australia.
- Mencetak
dan menerbitkan buku-buku, leaflet, dsb untuk memperkenalkan Dewan Hindu.
- Mengadakan
seminar, konvensi, konferensi, dsb., guna memperkenalkan pemahaman agama
dan budaya Hindu secara benar.
- Membantu
umat Hindu dalam menghadapi perlakuan-perlakuan yang tidak wajar yang
berkaitan dengan penerbitan visa bagi para pendeta, pencerah dan
penceramah dalam konferensi-konferensi, dsb.
- Mewakili umat Hindu pada kapasitas kenegaraan
seperti pembukaan parlement dan perayaan Hari Australia.
- Membantu kerjasama media, dalam menulis dan
memvisualisasikan permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan
publikasi dan penyiaran yang bertentangan dengan umat Hindu.
- Untuk mewakili persatuan Hindu pada isu-isu sosial
terkini yang terkait dengan masyarakat multikultural Australia pada
berbagai konferensi dan membantu misi lembaga-lembaga pemerintah.
- Menyelenggarakan konferensi, symphosium, dsb pada
tingkat nasional dan luar negeri dan mewakili pertemuan-pertemuan sejenis
atas nama asosiasi lokal.
- Mempublikasikan keberadaan dewan dengan mengiklankan
di media, pemerintahan dewan lokal dan federal.
Pusat Koordinasi Hindu di Afrika
Kunjungan Dewan Hindu Afrika
Pada awal Juni 2003, Shri Muljibhai Pindolia, Presiden Dewan Hindu Afrika (HCA), mengunjungi lembaga-lembaga Hindu di bagian barat Afrika seperti Ghana, Togo, Benin dan Nigeria. Beliau menghimbau agar lembaga-lembaga Hindu membentuk badan nasional yang akan bergabung dengan HCA untuk koordinasi yang lebih luar di tingkat kontinen. Beliau memulai kunjungannya di Accra, Ghana, memberikan penghargaan pada Swami Ghananand Saraswati, pimpinan Kuil Hindu Ghana, atas prestasinya atas pengembangan Hindu. Dari 12.500 umat Hindu di Ghana, 10.000 diantaranya, termasuk Swami sendiri adalah orang Afrika asli. Pimpinan lembaga-lembaga Hindu di Ghana sangat bersemangat menyambut rencana Pindolia. Diusulkan agar badan nasinal Accra bisa menjadi pusat koordinasi untuk negara-negara seperti Togo, Benin, Burkina Faso, Nigeria, Mali, Sierra Leone, Pantai Gading, Senegal dan Chad. Muljibhai kemudian melanjutkan perjalanannya ke Togo dan Benin dan mengakhiri perjalanannya di Lagos, bekas ibukota Nigeria, negara yang paling popluer di Afrika dan ada sebanyak 25.000 umat Hindu. Mengumpulkan semua umat Hindu di 53 negara Afrika merupakan tugas yang sangat berat dan di tangan Pindolia, dengan melakukan pendekatan pribadi bagi kepentingan organisasinya merupakan hal yang perlu dihargai.
Senin, 07 Januari 2008
Laporan Umat di Pertambakan, Bratasena, Lampung
Air disini sangat payau, dan sangat berasa jadi tidak bisa digunakan untuk memasak, minuman berasal dari minuman isi ulang yang terkadang kualitasnya tidak jelas. Tidak pernah ada uji atau penelitian makanan kantin yang terkadang sudah sangat dingin, disamping lingkungan kerja untuk pengolahan udang suhunya terkadang mencapai -10 C Karyawan baru yang diterima bekerja disini harus bebas virus hepatitis melalui tes kesehatan karena akan berpengaruh pada produk yang diproses yang 100 % adalah untuk ekspor .
Akhir-akhir ini sebuah penyakit bagai mewabah disini, yang menyerang banyak karyawan. Penyakit ini menyerang pungsi hati yang biasa dinamakan liver atau sakit kuning atau hepatitis. Penyakit ini muncul dengan gejala badan panas dan lemas, kencing berwarna kecoklatan, mata, kuku dan kulit berwarna kuning Penyakit inilah yang menyerang sebagian kawan-kawan, anak-anak sekolah, termasuk umat sedharma.
Banyaknya umat yang terserang penyakit ini membawa pengaruh pada aktivitas keagaamaan, baik rutinitas maupun acara tertentu. Salah satu kegiatan yang baru dirintis oleh umat Hindu yang ada disini adalah pembangunan dan pengadaan pasilitas pasraman. Kegiatan ini ada adalah planning sejak lama dari umat untuk menampung anak-anak sekolah dan muda mudi, yang tidak ada tempat belajar agama Hindu, jumlah anak2 sekolah yang beragama Hindu dari sekolah dasar sampai Menengah lebih dari 100 orang yang tersebar di pemukiman sekitar. Untuk sekolah minggu anak-anak sekolah masih berjalan dengan tempat yang ada dan pasilitas terbatas. Sampai saat ini belum ada tindakan khusus dari pemda maupun dari perusahaan untuk menanggulangi penyakit ini. (wita)
Rabu, 02 Januari 2008
Pusat Koordinasi Hindu (Hindu Coordination Center)
Kita bersyukur bahwa Pusat Koordinasi Hindu Internasional telah mulai menampakkan wujud nyatanya. Pusat-pusat koordinasi telah didirikan di seluruh belahan dunia ini. Vishwa Hindu Samanwaya (Koordinasi Hindu International) merupakan gerakan koordinasi Hindu global.
Komunitas Hindu di seluruh dunia membutuhkan sebuah mekanisme koordinasi untuk berinteraksi dan berkomunikasi serta saling meberikan dukungan satu dengan yang lainnya. Komunitas Hindu di dunia sangat bangga akan beragamnya tradisi yang kaya akan bhakti, disiplin dan kasih sayang dan dengan keberagaman itu mereka akhirnya mereka menuju pada suatu kebenaran tunggal, sang tungal. Pada proses, dibutuhkan kepedulian manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Ada ribuan organisasi Hindu di seluruh dunia dengan aktifitas dan energi spiritual yang luar biasa diciptakan namun masih tersebar dimana-mana oleh karenanya diperlukan adanya koordinasi diantara mereka.
Manusia Hindu yang cinta damai moderat memerlukan perlindungan dan dukungan dari dalam komunitas itu sendiri. Masing-masing dari kita harus berusaha membantu komunitas kita semaksimal mungkin. Oleh karenanya, koordinasi merupakan kunci bagi keberhasilan Hindu dalam Agama, Pendidikan dan Usaha. Koordinasi didasarkan pada prinsip persamaan bagi semua komunitas Hindu. Setiap orang Hindu adalah makluk Tuhan dan berhak mendapat keselamatan. Kelahiran setiap orang sebagai Hindu dan penyadaran tentang filsafat Hindu oleh seseorang adalah sebuah tanda dari kemajuan penyelamatan. Oleh karena itu, kita semua harus belajar agama Hindu dan memahami proses-proses pemikiran serta menemukan benang penghubung yang mengikat kita semua. Pusat koordinasi Hindu adalah jawaban dari situasi kita saat ini.
Tujuan Dibentuknya Pusat Koordinasi
Setiap misi mempunyai tujuan sehingga aktifitas yang kita lakukan ditunttun oleh semangat yang diarahkan untuk mencapai tujuan akhir. Maka ingatlah tujuan itu. Dunia memang penuh dengan kekaguman. Hal-hal luar biasa dari alam, mulai dari gunung berapi hingga gundukan es yang menutupi kutub dan juga dataran-dataran subur hingga gurun yang kering dan gersang membuat orang kagum pada berbagai keragaman itu. Keberagaman dalam alam juga dapat kita temukan dalam ras manusia di seluruh dunia. Bagi kita hal ini secara cerdas digunakan untuk membuat jalan dan membangun sebuah aktifitas yang terkoordinasi dengan baik yang akan menciptakan sebuah platform bagi seluruh umat berdasarkan misi Hindu untuk mengkoordinasikan dan memiliki suatu distribusi bantuan tetap bagi yang membutuhkan.
Untuk membentuk basis koordinasi di setiap wilayah dalam setiap negara yang akan menyediakan informasi pada subyek-subyek yang luas melalui koordinasi lokal dan basis data, sebuah basis untuk membangun sistem dukungan sosial bagi umat Hindu di suatu wilayah dan terhubung ke seluruh dunia.
Untuk menyediakan kesempatan partisipasi bagi semua dalam pembangunan dunia yang damai dan berkelanjutan dan menghapus kebencian dan kekerasan dengan mengedepankan nilai-nilai perdamaian Hindu yang Universal, toleransi, kebajikan dan saling pengertian, dan mengembangkan sebuah sikap yang peduli akan sebab dari semua permasalahan kemanusiaan dan alam lingkungan.
Tujuan prinsip dari pusat koordinasi ini adalah: untuk mengawali sebuah gerakan yang mengkoordinasikan semua organisasi Hindu, tempat-tempat ibadah, lembaga pendidikan, kelompok, aktifitas dan umat Hindu di seluruh dunia dan memelihara sebuah database Hindu yang menyeluruh.
Misi Pusat Koordinasi:
- Membentuk suatu pusat petunjuk (directory) informasi Hindu pada setiap kode pos yang ada di seluruh dunia diantaranya termasuk informasi spiritual, pendidikan, ekonomi, teknis, medis dan keahlian kejuruan yang dimiliki umat Hindu.
- Membentuk Hindu Sanskar Kendra (Pusat Budaya Hindu) pada setiap wilayah dengan mengkoordinasikan organisasi-organisasi Hindu yang sudah ada.
- Mendirikan, membantu sekolah-sekolah dan perguruan tinggi bagi generasi muda dengan pelatihan ajaran agama Hindu.
- Mendirikan Koordinasi Tempat Ibadah Hindu dan membantu perbaikan tempat-tempat ibadah, penyusunan rencana yang tepat mengenai pengelolaan tempat ibadah dan pemanfaatan dana tempat ibadah untuk perlindungan dan penyebaran agama Hindu serta pelindungan hak-hak asasi umat Hindu.
- Membentuk koordinasi untuk interaksi yang tepat dan bantuan tingkat dunia yang saling menguntungkan diantara umat Hindu dengan persamaan bagi semua umat Hindu
- Membentuk Dewan Koordinasi Hindu pada setiap kota, desa dan wilayah terkecil untuk mengkoordinasikan semua organisasi Hindu yang ada.
- Membentuk pusat-pusat kepedulian Hindu pada daerah-daerah pedesaan dan terpencil sebagai ganti dari aktifitas modern yang tidak relevan dimana anak-anak dididik sehari-hari dengan pengajaran nilai-nilai budaya Hindu yang bisa diajar dalam bentuk sloka-sloka Sansekerta, doa-doa dalam bahasa lokal dan menceritakan tentang sejarah dari sumber-sumber sastra Hindu.
- Membentuk Pusat bantuan Hindu pada setiap wilayah lokal. i. Membentuk kegiatan-kegiatan sejenis yang diperlukan untuk efektifitas koordinasi Hindu.
- Luas wilayah yang termasuk dalam kode pos untuk LHCC.
- Jumlah populasi keseluruhan dan populasi Hindu di wilayah tersebut.Jumlah ashrams dan organisasi Hindu yang beroperasi dalam wilayah itu, pengurus, jumlah anggotanya, nama dan aktifitas mereka.
- Jumlah tempat ibadah Hindu di wilayah mereka, anggota pengurus, kegiatan keagamaan dan sosial, dan rencana untuk pengembangan kedepan serta informasi upacara yang tetap.
- Jumlah sekolah, institusi baik negeri maupun swasta dalam wilayahnya dan jumlah sekolah dan institusi Hindu serta keunggulannya.
- Jumlah anak-anak, perempuan dan para manula yang tinggal di rumah, di wilayah tersebut.
- Orang-orang berpengaruh, tokoh dalam wilayah lokal tersebut yang bisa membina dan membimbing usaha-usaha koordinasi seperti para pekerja sosial, dokter, pengacara, profesor, usahawan, akuntan, guru dan lain-lainya.
- Daftarkan semua fungsi-fungsi fasiltas Hindu untuk keagamaan dan sosial dan upacara-upacara, para sulinggih dan penerbit artikel atau majalah keagamaan, musisi religius, penyangi, penari, penceramah, guru yoga, guru agama, dsb.
- Pandangan dan harapan umat bagi usaha-usaha koordinasi, tempat ibadah, organisasi bagi penguatan ekonomi, sosial dan spiritual dari umat Hindu.
- Permasalahan-permasalahan yang dihadapi jika ada.
- Koordinator akan mengajak organisasi yang sudah ada untuk memulai pusat-pusat pelatihan religius bagi anak-anak untuk mengajarkan prinsip-prinsi agama, pengembangan kepribadian dan memberikan mereka informasi yang baik untuk menjadi warga negara yang baik.
- Dimanapun, tuntunan akan diberikan untuk menjadikan Pusat Kepedulian Hindu Sehari-hari bagi anak-anak yang tidak mendapat perhatian orang tua karena urusan pelayanan atau kesibukan.
- Koordinator akan selalau berbagi informasi dengan koordinator yang lainnya.Koordinator meminta pada organisai-organisasi yang ada, komunitas tempat ibadah yang ada, dsb, untuk menunjuk satu orang dari mereka pada LHCC dan pertemuan dari setiap perwakilan diadakan sesuai keperluan, paling sedikit sekali sebulan untuk berbagi informasi dan rencana aktifitas kedepan.
- Aktifitas lain yang sejenis akan diadakan sesuai situasi dan kebutuhan akan dilakukan dengan diskusi yang bermanfaat pada tingkat lokal.
- Para koordinator bisa ditunjuk untuk tujuan-tujuan tertentu seperti koordinator tempat ibadah, koordinator pendidikan, koordinator umat, koordinator budaya, dsb.
- LHCC akan mencoba mengelola basis data untuk bakat-bakat khusus yang ada pada akademis, teknis, sosial, agama, seni, budaya, dsb, dan mencipkatan kesadaran penyerapan tenaga kerja dan kesempatan usaha bagi anggota komunitas.