Sabtu, 12 Januari 2008

Informasi Terkini Dari Lampung

Wabah Penyakit dan Pembangunan Ashram Hindu

Bratasena adalah sebuah kawasan pertambakan yang terletak dipinggiran laut yang jauh dari keramaian kota, dari Bandar Lampung untuk sampai kesana perlu waktu 3,5 jam itupun harus melalui jalan sungai. Ada 10.000 orang yg bekerja sebagai karyawan outsourching, 3.400 orang sebagai petambak dan lebih dari 5000 orang sebagai swasta dan petani disekitar areal perumahan dan kantor. Jumlah umat Hindu didaerah ini sekitar 800 orang yang bekerja dan 200 orang sebagai petani.
Air disini sangat payau, dan sangat berasa jadi tidak bisa digunakan untuk memasak, minuman berasal dari minuman isi ulang yang terkadang kualitasnya tidak jelas. Tidak pernah ada uji atau penelitian makanan kantin yang terkadang sudah sangat dingin, disamping lingkungan kerja untuk pengolahan udang suhunya terkadang mencapai -10 C.
Karyawan baru yang diterima bekerja disini harus bebas virus hepatitis melalui tes kesehatan karena akan berpengaruh pada produk yang diproses yang 100 % adalah untuk ekspor.
Akhir-akhir ini sebuah penyakit bagai mewabah disini, yang menyerang banyak karyawan. Penyakit ini menyerang pungsi hati yang biasa dinamakan liver atau sakit kuning atau hepatitis. Penyakit ini muncul dengan gejala badan panas dan lemas, kencing berwarna kecoklatan, mata, kuku dan kulit berwarna kuning.
Penyakit inilah yang menyerang sebagian kawan-kawan, anak-anak sekolah, termasuk umat sedharma. Banyaknya umat yang terserang penyakit ini membawa pengaruh pada aktivitas keagaamaan, baik rutinitas maupun acara tertentu. Salah satu kegiatan yang baru dirintis oleh umat Hindu yang ada disini adalah pembangunan dan pengadaan fasilitas pasraman. Kegiatan ini ada adalah perencannan sejak lama dari umat untuk menampung anak-anak sekolah dan muda mudi, yang tidak ada tempat belajar agama Hindu. Jumlah anak-anak sekolah yang beragama Hindu dari sekolah dasar sampai menengah lebih dari 100 orang yang tersebar di pemukiman sekitar. Untuk sekolah minggu anak-anak sekolah masih berjalan dengan tempat yang ada dan fasilitas terbatas.
Sampai saat ini belum ada tindakan khusus dari pemda maupun dari perusahaan untuk menanggulangi penyakit ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar